Hari ini Tuhan
menginginkanku untuk mengenangmu
Dalam rasa dan raga
yang terpatri pada satu titik
Membiarkan memori
berputar-putar pada masa yang aneh
Menjadikan kaku setiap
senyum hingga patah dalam lamunan
Hari ini Tuhan
menginginkanku berdiam
Memaksa rindu menikam
ruang-ruang tanpa jendela
Menenggelamkan tangis
dibalik kelu
Hingga tak lagi ada
yang benar-benar kosong
Dan pada akhirnya
logika betul-betul mati rasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar