Hal termanis yang membuat mereka tidak mungkin akan terlupakan adalah ketidaksanggupan mereka ketika melihat aku meneteskan air mata.. .
Selasa, 06 November 2012
4 Nov 2012
Empat tahun yang lalu aku merencanakan adanya hari ini. Hari ini dimana pipiku merona merah dan berbaur bersama ratusan orang berjubah hitam lengkap dengan topi segi limanya. Hari ini dimana aku seharusnya tersenyum bahagia bersama teman-teman sejawat yang tampak sudah lelah dengan bangku kuliah mereka.
Rencana.
Dan 4 November 2012 bukan milikku. Lisozim, reagen ehrlich, pentanadion, LB dan tris HCl telah menggunting-gunting lembaran rencanaku. Merubah rencana senyuman manis menjadi senyuman kecut. Membuatku memudarkan rencana gelak indah mama dan papa.
Sekarangpun asam 6-aminopenisilanat juga ikut-ikutan menggantung-gantung nasibku karena ketidakpastian keberadaannya. Memaksaku semakin tercebur dalam perombakan konsep hidup. Membuatku terpatri dalam harap-harap cemas dalam empat bulan kedepan dan hanya bisa mengurut dada sambil menghela nafas panjang.
Rencana.
Dalam hidup manusia memang selalu memiliki rencana-rencana indah.
Tapi yang lebih indah adalah rencana Tuhan.
Rencana.
Dan 4 November 2012 bukan milikku. Lisozim, reagen ehrlich, pentanadion, LB dan tris HCl telah menggunting-gunting lembaran rencanaku. Merubah rencana senyuman manis menjadi senyuman kecut. Membuatku memudarkan rencana gelak indah mama dan papa.
Sekarangpun asam 6-aminopenisilanat juga ikut-ikutan menggantung-gantung nasibku karena ketidakpastian keberadaannya. Memaksaku semakin tercebur dalam perombakan konsep hidup. Membuatku terpatri dalam harap-harap cemas dalam empat bulan kedepan dan hanya bisa mengurut dada sambil menghela nafas panjang.
Rencana.
Dalam hidup manusia memang selalu memiliki rencana-rencana indah.
Tapi yang lebih indah adalah rencana Tuhan.
Sabtu, 03 November 2012
PERINGATAN
Saat rongga-rongga antar selku berisi kemarahan
Ketika itu korneaku beranjak keluar
Gerahamku menggerutu geram
Seakan rasa tak lagi punya tahta
Seolah peluru tak mampu merampas nyawa
Dan rangkaku adalah yang paling perkasa
Gendang telingaku tak akan peka suara
Kulitku lebih mati rasa
Lidah cuma mampu mengecap pahit
Darah tak lagi melewati lorong nadi vena
dan urat-urat saraf membentuk sumbu api yang siap dinyalakan
Maka ketika itu,
lebih baik kalian memilih diam
KETIKA
Ketika hujan
Ketika selasa itu datang
Ketika itu kau tak datang
Ketika ada harap
Ketika angin tak lagi bersuara
Ketika nafas terasa hambar
Ketika itu aku mati rasa
Ketika rindu
Ketika aku mengenangmu
Ketika itu menyakitkan
Jumat, 02 November 2012
Info Botani
Identifikasi
Tanaman Pake’ Smartphone…
Ada aplikasi smartphone yang diciptakan untuk membantu perkembangan ilmu botani. Aplikasi yang bernama Leafsnap ini berfungsi mengenali jenis tanaman.
Cara kerjanya menggunakan teknologi facial recognition. Gambar daun tanaman difoto dan
diunggah ke server. Dengan algoritma tertentu, aplikasi ini kemudian membaca
bentuk dan karakteristik daun.
Melalui
‘perpustakaan digital’ dari Smithsonian Institution, dalam waktu detik aplikasi
ini akan menampilkan nama spesies serta foto beresolusi tinggi dan informasi
mengenai bunga, buah, dan biji tumbuhan tersebut.
Ini
adalah aplikasi mobile pertama yang diciptakan ilmuwan untuk
mengidentifikasi jenis tanaman. Aplikasi ini dapat diunduh gratis untuk
digunakan di iPhone dan iPad.
Penggunanya
bisa share jenis tumbuhan yang mereka temukan
untuk membantu pemetaan dan persebaran tumbuhan. Ini tentu akan membantu ahli
botani dalam menemukan berbagai spesies baru. Masyarakat umum di seluruh dunia
juga dapat membantu perkembangan dunia botani.
Leafsnap
diluncurkan Mei lalu, dan langsung digunakan untuk mengidentifikasi semua jenis
pohon di Central Park New York dan Washington's Rock Creek Park.
Bulan pertama sejak peluncurannya, aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 150.000 kali. Penciptanya, John Kress, dari Universitas Columbia dan Universitas Maryland berharap aplikasi ini akan dapat segera bisa digunakan untuk ponsel Android.
Bulan pertama sejak peluncurannya, aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 150.000 kali. Penciptanya, John Kress, dari Universitas Columbia dan Universitas Maryland berharap aplikasi ini akan dapat segera bisa digunakan untuk ponsel Android.
Langganan:
Postingan (Atom)
