Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2LXqByMfl " KATAKU ": Mei 2013
Ketika tak ada yang mendengarmu, maka Menulislah!

Senin, 27 Mei 2013

muak

kelu, kelu,
kesal,
cukup!
Aku muak. . . .

detik-detik,
menunggu mati rasa.

Rabu, 15 Mei 2013

Malamku

Malamku kaku,,
mengisyaratkan fajar tanpa rona.

Metode Kornfeld



Metode Kornfeld mempunyai sensitifitas yang tinggi dan cepat dalam mendeteksi senyawa asam 6-aminopenisilanat (6-APA) yang merupakan hasil hidrolisis penisilin G oleh enzim penisilin G asilase. Pengukuran aktivitas enzimatik secara kuantitatif didasarkan pada pembentukan derivat 2,4 pentanadion dari 6-APA yang diikuti oleh reaksi kedua PDAB (p-dimetil amino benzaldehid) yang terdapat didalam reagen Ehrlich. Reaksi ini menghasilkan senyawa yang menyerap cahaya pada panjang gelombang 538 nm (Kornfeld, 1978).

Derajat Keasaman (pH)


pH adalah kepanjangan dari pangkat hidrogen atau power of hydrogen. Jumlah ion H+ dan OH- dapat di gunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan suatu zat. Semakin asam suatu zat, semakin banyak ion H+ dan semakin sedikit jumlah ion OH-. Sebaliknya semakin basa suatu zat, semakin sedikit jumlah ion H+ dan semakin banyak ion OH-.

pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat keasaaman atau basa yang dimiliki oleh suatu zat, larutan atau benda. pH normal memiliki nilai 7 sementara bila nilai pH > 7 menunjukkan zat tersebut memiliki sifat basa sedangkan nilai pH< 7 menunjukkan keasaman. pH 0 menunjukkan derajat keasaman yang tinggi, dan pH 14 menunjukkan derajat kebasaan tertinggi .

Konsentrasi nyata H+ dan juga OH- di dalam larutan dinyatakan oleh nilai pH. Pengukuran pH adalah satu prosedur yang paling penting dan sering dipergunakan dalam biokimia karena pH menentukan banyak peranan penting dari struktur dan aktivitas makromolekul biologi, seperti aktivitas katalitik enzim. 

Sarapan Malam

sepotong ide
sesendok kata
kuletakkan diatas piring kertas

lalu kusirami dengan kuah imajinasi

bersama secangkir sepi
kunikmati sarapan malam

Tolol

seperti jamur-jamur menua disisi roti
engkau menunggu pulang sepercik rasa
tanpa peduli engkau sendiri menuju basi

Senin, 13 Mei 2013

Cemburu

tersenyumlah,
tertawalah,
dan bermesraanlah engkau dengan milikmu
kemudian ceritakan padaku
lalu
biarkan aku remuk.

Jumat, 10 Mei 2013

Titik

Titik, titik, titik,
Titik, titik, titik,
Kusatukan titik-titikku

Kujajarkan rapat dan padu

Titik-titikku membentuk garis
Garis tanpa makna

Selasa, 07 Mei 2013

Rindu

dalam lengang yang panjang menunggu sebuah ketidakpastian tentangmu
menghitung setiap nafas bumi untukmu
menghitung tetes hujan menjelang kau datang
menginginkan yang tak ada
biar kurindu
biar kutunggu yang tak ada
biar memikirmu menyiksaku
lantas. . .

Menunggumu bersama tanggal 3

Sudah 5 kali kulewati tanggal 3 ditahun ini. Tanpa ada bujuk-bujuk sendu dari pelangi seperti tahun lalu. Tercuram dibawah mendung berkelanjutan. Sendiri. Terus sendiri. Menunggu engkau dipenghujung sore.

Adakah engkau ketika senja terasa sakit? Saat aku terbelenggu lamunan tanpa irama kehidupan. Saat setiap gelap membawaku semakin miris. Tidak. Kau tidak pernah ada untuk sepiku. Kau tidak pernah ingin dalam kelamku. Kau hanya untuk tahun yang berlalu.

Bisik-bisik senja kembali datang. Senja yang masih akan terasa sakit bersama seteguk rindu. Kemudian kembali kelam dan perlahan menuju tanggal 3 yang ke-enam. Sesak. Masih sendiri.

Masihkah engkau tak datang? Menenggelamkanku bersama bisumu. Membiarkanku terkikis rindu-rindu pelangi yang tak ingin kau antarkan lagi. Mengukir pilu-pilu dipipi setiap senja selanjutnya. Kemudian aku semakin lemah dalam pengaharapanku padamu.

Tapi tidak.
Aku tidak lemah. Harap selalu ada untuk tanggal 3 yang masih panjang. Kau akan pulang bersama senyuman pelangi sore. Dan ketika itu senja tak lagi tersa sakit. Aku merindumu.

Senin, 06 Mei 2013

menunggu pagi

aku ingin pulang kepada pagi
menemui embun diwajah daun
kemudian tersenyum untuk sang terang


Cerita Malam


Aku pikir aku tak benar-benar mencintaimu . Yaa, aku bisa berkata seperti ini dengan sangat yakin. Bahkan lebih meyakinkan dari wajah seseorang yang memohon steguk air setelah berjalan puluhan kilometer. Tak perlu heran mengapa aku bisa seenteng ini mengatakan bahwa aku tidak benar-benar mencintaimu.

Aku pikir letak kesalahannya adalah sejak dari awal kau mengdefenisikan senyumku. Kemudian kau salah membaca binar mataku, lalu kau juga salah mengartikan kebaikanku. Seterusnya beruntun kesalahan-kesalahan lain tentang tafsiranmu terhadapku. Padahal aku memberikan senyum yang sama kepada banyak orang, aku menatap dengan cara yang sema pada setiap orang, dan aku melakukan kebaikan untuk semua orang. Kau terlalu percaya diri manjadi yang teristimewa.

Jika kebanyakan orang yakin aku mencintaimu sama seperti dugaanmu, itu relatif. Toh aku yang punya rasa. Dan aku benar-benar yakin bahwa aku tidak mencintaimu.

#curhat gokil nona kamek