Aku pamit
Meninggalkan kau bersama hari ini
Sebab bagi kita, esok sudah tiada
Aku pamit
Udara yang bergegas mengosongkan paru-paru waktu
Tiada lagi kesempatan untuk membelai rambutmu yang hitam
Beranda pagi akan kau lihat lengang sejak hari ini
Sementara yang tersisa hanya kau yang menangis seraya memeluk kenangan
Memohon pada waktu untuk menahan langkah-langkah yang menjauh
Aku pamit
Aku yang harus mencintaimu dengan kepergian