Ditemuinya lagi aku
Lalu ia bicara tentang segala gaduh yang terjadi di dalam bilik ventrikelnya
Dimana darah tak lagi melewati aorta
Semua berserakan, berwarna merah
Tapi dia bahagia dalam kehancuran organ-organnya
Dia selalu bahagia atas deritanya
Diusapnya kepalaku
Lalu dia menangis
Tapi itu bukan air mata yang berasal dari masa lalu
Dia menangisi kenyataan bahwa dia sedang berada bersama masa depan
Ditatapnya aku
Lalu aku menangis
Tapi itu bukan air mata kebencian
Salinan puisi lama.
Lubuk Sikaping, Pasaman
22.38 WIB