Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2LXqByMfl " KATAKU ": Maret 2013
Ketika tak ada yang mendengarmu, maka Menulislah!

Jumat, 08 Maret 2013

= Mimpi Orang Miskin =

Kenapa malam begitu lama?
Gelap. . .
Selalu gelap
Kenapa cahaya enggan menyingsing?
untuk segera menyapaku

Hei. . .
Hei malam
Nikmatilah bauku sekarang
karena jika pagi datang aku bukan lagi orang miskin
Tertawakanlah aku sepuasnya
dan berlama-lamalah
Toh pagi tetap akan datang
lalu aku akan jadi orang kaya
mandi uang, mandi uang, mandi uang

Tanang,
kalau aku kaya akan kubelikan sebatang lilin
supaya kalian tidak gelap-gelapan seperti aku sekarang disini
Nanti kalau aku tidak sibuk sesekali akan kubesuk kalian
aku akan jadi orang kaya yang baik hati

Sabarlah
Sebentar lagi pagi datang
Hanya perlu menunggu sedikit lebih lama
dan aku akan jadi orang kaya.

Tentang Sahabatku

Kawan,
tahukah kamu?
Sejahat apapun kamu, aku tidak bisa membencimu.
Sesalah apapun kamu, aku tidak mampu menjauhimu.
Itu karena “Aku brsahabat denganmu karena Allah”.

Aku tidak pernah memilihmu sebagai teman baikku, tapi Allah yang memilihkanmu untukku.

Rabu, 06 Maret 2013

Siapa Sahabat?

Sahabat.
Bertahun lamanya kata ini belum memberikan kesimpulan pasti mengenai keberadaannya disekitarku. Apakah mereka yang dulu begitu akrab dan sampai sekarang masih mengingat aku sebagai orang yang pernah sangat dekat dalam beberapa hari mereka.Dulu. Atau mereka yang sekarang (saat ini) mengerti aku marah, mau ku ajak tertawa dan tidak melupakanku dalam setiap moment seru mereka, tapi bisa jadi beberapa tahun kedepan mereka juga menganggapku sekedar kenangan manis. Namun mungkin saja mereka yang percaya, menghargai dan menyadari betapa ia tidak merasa nyaman dekat dengan orang lain seperti sedalam aku memahami ketidaksukaannya dan berkenan untuk selalu bersabar atas keras hatinya. Dan bisa saja mereka yang baru kukenal tapi hanya saja belum terlalu sering bersama. Lalu siapa sahabat? Apakah mereka semua?

Beberapa mengatakan sahabat tidak pernah menyakitkan, tidak mampu jauh, tidak rela sahabatnya dipergunjingkan dan tidak bisa bahagia sendiri tanpa berbagi serta tak ingin ada duka yang saling tersirat. Sahabat itu abadi tanpa lupa. Dan yang aku punya masih enggan memberikan kepastian akan keabadiannya. Atau memang benar-benar rasa ‘saling berbagi’ yang tak kan bertahan lama. Sesaat. Lalu jadi kenangan.
Atau memang sperti inilah konsep sahabat itu sesungguhnya? mereka yang mampu mengukir kisah indah tak terlupakan dalam sejarah hidup. Walaupun cuma sekedar beberapa waktu dekat kemudian senyap. Tak mesti sepanjang waktu bersama dan tanpa rahasia.
Terlepas dari defenisi sahabat,,,
aku tetap bersyukur mengenal mereka. Dekat dengan mereka. Mereka yang punya judul cerita masing-masing dalam kumpulan cerpen kehidupanku. Mereka yang mengenalkanku pada berbagai episode-episode kehidupan yang beragam. Dan yang jelas semuanya mengajarkan aku banyak hal. Manis. Indah.
Siapapun mereka, sahabat atau bukan secara defenisi. Mereka tetap berarti. Sangat berarti.

Selasa, 05 Maret 2013

Surat Cinta Untuk Pelangi. . .

Dear Pelangi,

Sejak suatu sore pada Oktober lalu
Ketika dipenghujung hujan kala itu
Aku melihatmu dikejauhan dan kutatap samar-samar

Hari itu ada sebait benci
Dimana aku marah pada gerimis mendung yang tak kunjung berubah hangat
Gerimis yang kemudian menjadi hujan hingga menjelang sore

Lalu. . .
Kau datang dengan keindahanmu
Membujukku dari kemarahan terhadap hari itu

Aku mulai melupakan inginku sebelumnya
lalu tenggelam dalam cengkrama syahdu bersamamu
Kemudian larut menuju senja
Jujur, aku enggan melepas sepenggal cerita ketika kau beranjak pulang
dan perlahan menyisakan nada-nada rindu
Rindu yang panjang
Rindu dalam menunggumu

Pelangi,
Aku mulai mencintaimu sejak rindu itu
Aku selalu tersenyum bahagia ketika gerimis datang
Dalam harap-harap cemas menunggumu di penghujung hujan sore
Betapa aku ingin kau hadir lagi


Pelangi,
Aku jatuh cinta padamu
Kutitip salam rindu pada awan dan langit
Kutunggu kau diperaduan senja


Aku,
Sang Perindu.