Saya adalah orang yang mendukung
penuh kebebasan hidup. Kebebasan berpendapat, kebebasan berkreasi, kebebasan
menentukan kita mau jadi apa, mau kemana, berteman dengan siapa, kebebasan
menentukan hal apapun yang kita anggap baik untuk kelangsungan hidup. Toh tidak
ada jaminan setiap orang harus jadi dokter baru bisa makan, setiap orang baru
layak kaya kalo dia seorang Ekonom, atau hanya orang yang jadi pilot atau
nahkoda yang bisa jalan-jalan keliling dunia. Seorang petani bisa jadi kepala
desa, seorang guru bisa jadi pengusaha meble, ibu rumah tangga juga bisa jadi
milyoner dan jalan-jalan ke luar negeri. Ini pendapat saya.
Setiap kita adalah pemilik hak
mutlak atas diri kita. Meskipun kita punya orang tua yang tentu saja wajib
didengarkan tapi bukan berarti mereka yang menentukan skenario hidup kita. Kita
juga punya teman, sahabat yang pendapatnya juga tak mungkin diabaikan. Namun
pada akhirnya tetap kita yang harus menentukan seperti apa finalnya. Dan satu
lagi, kita juga punya Tuhan yang lebih
punya kuasa atas diri kita. Tapi ini tentang memutuskan pilihan hidup, bukan
tentang kepasrahan semata terhadap garis takdir dari Tuhan. Tuhanpun tidak
sertamerta melahirkan setiap manusia dengan hidup yang serba berkecukupan dan
dengan garis takdir yang sama. Setiap manusia juga bisa merubah takdinya jika
ia mau.
Sekali lagi ini pendapat saya.
Terutama karena saya seorang wanita yang cenderung dalam masyarakat dinilai
lebih layak jadi ‘anak rumahan’. Dan saya tidak suka dengan pembeda-bedaan
gender. Saya pendukung penuh emansipasi wanita. And I will get freedom!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar