Ini curahan hati dari seorang
penulis amatir
puisi aneh yang terangkai tiba-tiba ketika sekelumit resah mancibir mesra
puisi aneh yang terangkai tiba-tiba ketika sekelumit resah mancibir mesra
Resah?
Yaa, resah yang kemudian berteriak “ini rindu, ini rindu, ini rindu”
Lagi, resah berteriak “ini rindu, ini rindu, ini rindu”
Dan resah terus berteriak “kau rindu, kau rindu, kau rindu”
Yaa, resah yang kemudian berteriak “ini rindu, ini rindu, ini rindu”
Lagi, resah berteriak “ini rindu, ini rindu, ini rindu”
Dan resah terus berteriak “kau rindu, kau rindu, kau rindu”
Rindu semacam apa ini?
Mencekam seganas tumor
stadium akut,
membakar selahap api lahar gunung,
memeluk seerat akar melilit batang
membakar selahap api lahar gunung,
memeluk seerat akar melilit batang
Rindu seprti apa ini?
Menginspirasi
terangkainya kalimat-kalimat sebodoh ini,
mengaduk-aduk otak dan benak sampai tercipta puisi seaneh ini,
membuat penulis amatir ini linglung langlang longlong
mengaduk-aduk otak dan benak sampai tercipta puisi seaneh ini,
membuat penulis amatir ini linglung langlang longlong
Resah kembali
berteriak “ini rindu, ini rindu, ini rindu”
Terus berteriak “kau rindu, kau rindu, kau rindu”
Rinduku buntu.
Terus berteriak “kau rindu, kau rindu, kau rindu”
Rinduku buntu.
Ini puisi si penulis
amatir yang bertempur dengan rindunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar