Sebelumnya aku minta maaf padamu. Aku tidak bermaksud
membuatmu tersinggung apalagi tidak menghargaimu. Ini keputusan yang sudah
kupikirkan berjam-jam sebelum tidur, berhari-hari dalam mingguku bahkan menyita
hampir seluruh bulan dalam tahunku.
Kukembalikan lagi sepotong hati yang pernah kau titipkan
padaku dulu.
Ini demi kebaikan hati yang tak bersalah dan tak kan pernah salah. Bukankah egois itu tidak baik? Jika aku tetap memaksakan semuanya sesuai kehendakku, maka sepotong hati itu akan membusuk dalam dekapan yang tak kuacuhkan. Lagipula dulu kau hanya sekedar menitipkannya, bukan memberikannya. Bukankah sesuatu yang dititipkan memang harus diambil kembali?
Ambil kembali sepotong hati ini dan titipkan pada yang lain. Berikan pada ornag yang mampu melengkapinya menjadi hati
yang utuh. Mengemasnya
dalam pelukan penuh cinta. Merawatnya
hingga menjadi hati yang berwarna merah muda.
Kukembalikan lagi sepotong hati yang pernah kau titipkan padaku dulu.
Ini pilihanku. Keputusanku. Semoga kau memahami ini sebagai
harapan kebahagiaan untuk sepotong hati yang tak pernah salah yang
kau miliki. Kau memang
akan terluka. Tapi luka ini adalah luka yang manis yang kelak akan membuatmu
berterima kasih padaku karena telah mengembalikan sepotong hati itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar