Dear Pelangi,
Sejak suatu sore pada Oktober
lalu
Ketika dipenghujung hujan
kala itu
Aku melihatmu dikejauhan
dan kutatap samar-samar
Hari itu ada sebait benci
Dimana aku marah pada
gerimis mendung yang tak kunjung berubah hangat
Gerimis yang kemudian
menjadi hujan hingga menjelang sore
Lalu. . .
Kau datang dengan
keindahanmu
Membujukku dari kemarahan
terhadap hari itu
Aku mulai melupakan
inginku sebelumnya
lalu tenggelam dalam
cengkrama syahdu bersamamu
Kemudian larut menuju
senja
Jujur, aku enggan melepas
sepenggal cerita ketika kau beranjak pulang
dan perlahan menyisakan
nada-nada rindu
Rindu yang panjang
Rindu dalam menunggumu
Pelangi,
Aku mulai mencintaimu sejak
rindu itu
Aku selalu tersenyum
bahagia ketika gerimis datang
Dalam harap-harap cemas
menunggumu di penghujung hujan sore
Betapa aku ingin kau
hadir lagi
Pelangi,
Aku jatuh cinta padamu
Kutitip salam rindu pada
awan dan langit
Kutunggu kau diperaduan senja
Aku,
Sang Perindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar