Sahabat.
Bertahun lamanya kata ini belum memberikan
kesimpulan pasti mengenai keberadaannya disekitarku. Apakah mereka yang dulu
begitu akrab dan sampai sekarang masih mengingat aku sebagai orang yang pernah
sangat dekat dalam beberapa hari mereka.Dulu. Atau mereka yang sekarang (saat
ini) mengerti aku marah, mau ku ajak tertawa dan tidak melupakanku dalam setiap
moment seru mereka, tapi bisa jadi beberapa tahun kedepan mereka juga
menganggapku sekedar kenangan manis. Namun mungkin saja mereka yang percaya,
menghargai dan menyadari betapa ia tidak merasa nyaman dekat dengan orang lain
seperti sedalam aku memahami ketidaksukaannya dan berkenan untuk selalu
bersabar atas keras hatinya. Dan bisa saja mereka yang baru kukenal tapi hanya
saja belum terlalu sering bersama. Lalu siapa sahabat? Apakah mereka semua?
Beberapa mengatakan sahabat tidak pernah menyakitkan, tidak mampu jauh, tidak rela sahabatnya dipergunjingkan dan tidak bisa bahagia sendiri tanpa berbagi serta tak ingin ada duka yang saling tersirat. Sahabat itu abadi tanpa lupa. Dan yang aku punya masih enggan memberikan kepastian akan keabadiannya. Atau memang benar-benar rasa ‘saling berbagi’ yang tak kan bertahan lama. Sesaat. Lalu jadi kenangan.
Beberapa mengatakan sahabat tidak pernah menyakitkan, tidak mampu jauh, tidak rela sahabatnya dipergunjingkan dan tidak bisa bahagia sendiri tanpa berbagi serta tak ingin ada duka yang saling tersirat. Sahabat itu abadi tanpa lupa. Dan yang aku punya masih enggan memberikan kepastian akan keabadiannya. Atau memang benar-benar rasa ‘saling berbagi’ yang tak kan bertahan lama. Sesaat. Lalu jadi kenangan.
Atau memang sperti inilah konsep sahabat itu
sesungguhnya? mereka yang mampu mengukir kisah indah tak terlupakan dalam
sejarah hidup. Walaupun cuma sekedar beberapa waktu dekat kemudian senyap. Tak
mesti sepanjang waktu bersama dan tanpa rahasia.
Terlepas dari defenisi sahabat,,,
aku tetap bersyukur mengenal mereka. Dekat dengan mereka. Mereka yang punya judul cerita masing-masing dalam kumpulan cerpen kehidupanku. Mereka yang mengenalkanku pada berbagai episode-episode kehidupan yang beragam. Dan yang jelas semuanya mengajarkan aku banyak hal. Manis. Indah.
aku tetap bersyukur mengenal mereka. Dekat dengan mereka. Mereka yang punya judul cerita masing-masing dalam kumpulan cerpen kehidupanku. Mereka yang mengenalkanku pada berbagai episode-episode kehidupan yang beragam. Dan yang jelas semuanya mengajarkan aku banyak hal. Manis. Indah.
Siapapun mereka, sahabat atau bukan secara
defenisi. Mereka tetap berarti. Sangat berarti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar