Pada hujan dipenghujung Februari
aku seperti dikutuk untuk tak bisa mengabaikan jejakmu
menangis
menuang air mata sejadi-jadinya
meronta
tapi tak bersuara
Februari yang basah dan segala titah kepedihannya
aku dipaksa pasrah terhujam kenanganmu
menangis
sesegukan
sementara pelukmu menertawakanku
Hujan dipenghujung Februari
yang enggan berpaling
waktu seperti tak bergerak
dan lukaku menganga semakin lama
Dharmasraya, 25 Februari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar