Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2LXqByMfl " KATAKU ": Cerpen : Ketika lelaki itu menangis
Ketika tak ada yang mendengarmu, maka Menulislah!

Kamis, 10 Januari 2019

Cerpen : Ketika lelaki itu menangis

Sudah lebih tiga puluh menit kebisuan menyelimuti ruangan tempat kami duduk. Bersama seorang lelaki yang datang dengan perasaan kesal yang membuncah didadanya, aku terperangkap dalam hening yang entah sampai kapan. Aku mengatup rapat bibirku seraya menggenggam cangkir kopi yang sudah tak lagi hangat. Lelaki disampingku jauh lebih tenggelam lagi dalam bisu yang kaku. Jemari pada kedua tangannya saling mengatup diatas pangkuan. Tatapannya kosong dengan air mata yang berusaha ditahan agar tidak pecah. Aku tenang disampingnya, mendampinginya.
“Sakit sekali rasanya.” Akhirnya lelaki itu membuka suara memecah hening. Aku menoleh, menatap sisi samping wajahnya. Kulihat rahangnya mengeras. Perasaanku menjadi tak karuan. Aku penasaran.
Perlahan lelaki itu menoleh kearahku. Ia tak sanggup lagi membendung luapan tangisnya. Air mata yang membuncah itu akhirnya pecah. Tak ada lagi kalimat lain yang ia lontarkan. Tapi aku mengerti betapa ia baru saja terluka sangat dalam. Betapa ia sangat kesakitan.
Tentang lelaki itu, betapa aku memahaminya meski ia tak berbicara. Betapa aku mengerti segalanya hanya dengan melihat matanya. Sekarang giliranku. Berusaha tegar menyambutnya dalam pelukan. Tapi nyatanya aku tidak sanggup menahan tangisku ketika melihatnya basah dalam kesedihan. Kurangkul lelaki itu dalam sesegukan.
Beberapa waktu berlalu. Tangis kami mereda tapi diantara kami masih tanpa kata-kata. Lelaki itu sekarang membaringkan kepalanya dipangkuanku. Perlahan memejamkan mata mencoba beranjak menuju lupa. Meski sejenak saja, tapi setidaknya memberi lega. Kulihat dalam lelapnyapun ia masih dihujam luka. Kuusap kepalanya seraya menatap dalam kesedihannya.
Lelaki itu selalu menemukan kenyamanannya bersamaku, tapi justru menitipkan hatinya bersama perempuan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar