Hujan telah menelan setiap kata yang kupunya
Langit yang menangis itu merenggut habis sluruh eja di sudut bibirku
Bahkan rintik di ujung genting tak mampu lagi bersuara
Dunia adalah diam
Sejak engkau tinggalkan
Dan aku, adalah kosong yang tak mungkin lagi terisi
Aku salah telah mengenangmu dengan membabi buta
Telah kubiarkan air mata mengering
Seluruh indraku kaku, dan hidupku gagu
Sedangkan yang tersisa adalah rindu kepada aku yang tak kenal kau
Rumah, 19.30 WIB.
Bersama hujan Februari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar