Telah kutuliskan kau dalam ribuan puisi
Dalam diksi-diksi yang bertaburan antara Sumatera dan Jogja
Dimana waktu berangsur-angsur menelan butir-butir rindu
Dongeng yang kau tinggalkan dalam keadaan patah
Telah kuhidupkan kembali melalui gatar-getar jemari
Bagiku cukup
Menemuimu diatas kertas
Bagiku cukup
Meski pada akhirnya
Kau hanya hidup di dalam kata-kata
Bagiku cukup
Ribuan puisiku abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar