Semalam kau pulang. Kau membawa sebingkis cerita tentang udara. Betapa kau memujanya, menyanjungnya.
Pernah dulu kau juga bercerita tentang gemercik air yang menyejukkan. Sama. Betapa kau juga memujanya, menyanjungnya.
Setiap kembalimu adalah ceritamu. Setiap datangmu adalah senandung yang baru. Setiap kau adalah aku tahu.
Kelak, sekalipun pulangmu adalah cerita tentang langit yang tak bisa kau gapai. Aku adalah peraduan sebagaimana dulu pernah ikut terbakar ketika kau menceritakan api.
Pulanglah kapanpun kau ingin pulang. Ceritakan apapun yang ingin kau ceritakan. Sebab masih akan ada aku sebagai ruang kembalimu.
Ketika hujan di Padang Panjang,
17.00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar