Lelaki itu berangkat membawa keraguannya. Tangannya mengepal, menggenggam erat rindu yang seharusnya dilepaskan. Lelaki itu berupaya tenang dalam perginya yang sungguh berkecamuk.
Langkahnya kian menjauh. Ada yang ia pendam dibalik koper masa depannya. Lelaki itu terus berjalan dan tak sedikitpun ingin berbalik arah. Sebab ia sedang menyembunyikan air matanya.
Lelaki itu pergi bersama kepura-puraannya. Tanpa sadar, lelaki itu akan memulai penderitaannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gadis itu terpaku dalam tegak yang gemetar. Dari kejauhan ia melepaskan kepergian lelakinya. Ia tak bisa menahan pun mencoba menghalangi. Sebab ia tak punya alasan untuk melakukannya.
Gadis itu memaksa senyumnya, menatap punggung yang enggan membalik. Gadis itu menggigit bibir, menahan rindu yang mulai nanar. Ia akan pulang ke rumah tanpa harapan.
Gadis itu bungkam. Ia tak pernah tahu cara memulai. Tapi ia tahu cara mengakhiri. Ia akan menjadikan lelakinya kenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar